-->

Ads

✔️ Pengertian Tanaman Hidroponik Pada Tanaman Sawi

Hidroponik Sawi 


Sawi merupakan sekelompok tumbuhan yang dapat dimanfaatkan daun atau batangnya sebagai bahan pangan atau sayuran baik segar maupun diolah.


Sayuran ini pasti tidak asing lagi bagi anda yang merupakan pecinta bakso dan mie ayam. Karena biasanya sayuran sawi atau caisim ini di sajikan bersama dengan bakso dan mie ayam.

Hidroponik Sawi


Jenis Sawi

Di Indonesia ketika kita menyebutkan kata sawi biasanya mengacu pada sawi hijau.


Tetapi ada jenis sawi yang lainnya juga seperti sawi putih yang biasa dibuat menjadi sup. Kalian (jenis sayuran daun yang agak berbeda dengan daun yang lebih tebal dan lebih cocok menjadi bahan camuran mi goreng). Dan sawi sendok (jenis sayuran daun kerabat sawi).


Tanaman Hidroponik Sawi

Sekarang sekarang ini sedang ramai dengan yang namanya tanaman hidroponik.


Hidroponik ini merupakan budidaya menanam dengan memanfaatkan air dan tanpa menggunakan media tanah dengan menekan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.


Kebutuhan air dalam teknik menanam dengan cara hidroponik ini memerlukan air yang sedikit dibandingkan dengan menggunakan media tanam tanah.

 

Ada berbagai sayuran, buah-buahan dan tanaman hias yang dapat di tanam dengan menggunakan teknik hidroponik.


Sayuran yang dapat ditanam dengan menggunakan teknik tersebut diantaranya yaitu sayuran kangkung, bayam dan jenis sayur sawi-sawian seperti sawi hijau, pakcoy, selada dan berbagai macam jenis sayuran lainnya.


Teknik ini dapat menjadi solusi untuk anda yang mau menanam sawi tetapi tidak memiliki lahan yang luas. Anda dapat memanfaatkan halaman rumah anda untuk membuat hidroponik sawi.


Selain itu anda juga dapat mengatur sendiri tata letaknya, sehingga rumah anda akan terlihat sejuk dan indah ketika dipandang.


Cara menanam sayur sawi dengan cara hidroponik sangat mudah dan media tanamnya juga dapat anda temukan disekitar anda.



Media Tanam Hidroponik Sawi

Anda dapat menggunakan media tanam seperti arang sekam, spons, rockwool, serabut kelapa, pasir, serbuk kayu dan lain sebagainya.


Media tanam ini merupakan salah satu komponen penting yang harus dimiliki dan dipenuhi sebelum bercocok tanam dengan cara hidroponik.

 

Sayur sawi yang termasuk dalam marga Brassica ini memiliki berbagai manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh dengan nutrisi yang beragam.


Tingginya anti oksidan di dalam sayur sawi sangat bagus untuk menghindarkan anda dari penyakit flu.


Selain itu sawi juga merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat terutama sayur sawi hijau.


Banyak olahan sawi pada makanan rumahan, ada juga yang terdapat di warung-warung makan sampai restoran mewah karena rasanya yang lezat dan tekstur yang lembut.


Memang mudah menanam sayuran sawi bahkan ibu rumah tangga pun dapat menanam hidroponik di rumah. Selain lebih mudah, menanam menggunakan cara hidroponik dapat menghasilkan kualitas yang bagus.


Sehingga banyak swalayan yang kini mulai menyediakan sayuran hidroponik dan biasanya sayuran hidroponik harga jualnya akan lebih mahal.


Bertanam sayur sawi dengan menggunakan cara hidroponik dapat memudahkan anda dalam memelihara dan merawat tanaman.


Selain itu tanaman yang menggunakan cara hidroponik umumnya tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Serta cenderung memiliki produktifitas yang relative lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang ditanam menggunakan cara konvensional.


Cara Budidaya Tanaman Hidroponik Sawi

Saat ini bertanam dengan menggunakan cara hidroponik sangat popular di kalangan petani bahkan masyarakat.


Teknik tanam tanpa menggunakan tanah ini memiliki banyak keuntungan diantaranya yaitu :

  • Dapat memaksimalkan lahan yang terbatas,
  • Tidak tidak membuat kotor tempat,
  • Dapat panen dengan hasil yang bagus bahkan lebih bagus di bandingkan dengan tanaman yang menggunakan tanah.

Hasil panen dari cara ini juga akan lebih berkualitas jika ditanam dan dirawat dengan baik. Adapun beberapa cara budidaya tanaman hidroponik sawi.


Menyiapkan Alat Dan Bahan

Untuk membudidayakan tanaman hidroponik sawi yang perlu anda lakukan terlebih dahulu yaitu menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.


Alat dan bahan tersebut mudah di temukan di sekitar kita seperti botol plastic bekas, gunting/pisau, gelas plastic bekas, jerigen plastic, kain sebagai sumbu (untuk lebih bagus sebaiknya menggunakan kain panel), nutrisi hidroponik dan media tanam.

 

Untuk media tanamnya anda dapat menggunakan rockwool, arang sekam, kerikil, pasi dan lain-lain.


Pemilihan Bibit

Setelah menyiapkan alat dan bahann langkah selanjutnya yaitu pemilihan bibit. Sebelum memulai penanaman dengan cara hidroponik anda perlu memilih bibit sawi yang berkualitas terlebih dahulu.


Karena kualitas suatu bibit tanaman akan sangat mempengaruhi hasil tanaman hidroponik sawi nantinya.

Panen Sawi Hidroponik


Proses Penyemaian Dan Pembibitan

Baru setelah pemilihan bibit anda memulai dengan proses penyemaian atau pembibitan. Tujuan dari tahap ini yaitu untuk menyeleksi bibit yang bagus dan bibit yang tidak dapat tumbuh dengan optimal.


Dalam proses penyemaian ini sebaiknya anda memilih media yang dapat menyerap air dengan baik. Setelah anda menemukan media yang akan digunakan kemudian sebarkan 1-2 benih sawi pada setiap lubang pada media tanam dan beri air sedikit.


Selanjutnya letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan tunggu sampai berkecambah, kemudian setelah berkecambah pindahkan ke tempat yang lebih terang.


Berikan air ke dalam media persemaian dan tunggu sampai 14 hari. Ketika sudah tumbuh 1-2 daun kemudian pindahkan ke media tanam yang sebenarnya.


Penyiapan Media Tanam

Untuk langkah selanjutnya setelah penyemaian dan pembibitan yaitu penyiapan media tanam. Gunakan wadah yang dapat digunakan sebagai tempat pertumbuhan tanaman seperti pot, kaleng bekas, botol bekas dan lain-lain.


Sebelum digunakan, lubangi wadah pada bagain bawah terlebih dahulu kemudian isi dengan media tanam yang sudah anda siapkan. Tetapi disarankan untuk menggunakan media tanam berupa arang sekam dan serabut kelapa.


Penanaman

Setelah menyiapkan media tanam dan bibit atau benih sudah berumur 2 minggu serta tumbuh dengan baik.


Kemudian pindahkan bibit atau benih ke media tanam yang sudah anda siapkan sebelumnya. Angkat dengan hati-hati dan jangan sampai merusak akar tanaman.


Perawatan

Jika sudah dipindah ke media tanam hidroponik langkah selanjutnya yang dapat anda lakukan yaitu perawatan. Dalam tahap perawatan anda harus memperhatikan nutrisi tanamannya agar tanaman tidak kekurangan nutrisi.


Tambahkan cairan nutrisi dan air secara berkala dan tempatkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari. Terutama sinar matahari pada pagi hari dan sore hari.


Rawat tanaman sebaik mungkin agar menghasilkan kualitas tanaman yang bagus.


Bertanam dengan cara hidroponik dapat membuat tanaman menjadi lebih cepat tumbuh karena semua nutrisi di serap langsung oleh tanaman.


Selain itu tanaman hidroponik juga mudah dalam perawatannya dan sangat cocok untuk orang yang tidak memiliki banyak waktu untuk merawat tanaman. Cocok juga untuk orang yang tidak memiliki lahan yang luas.


Serta akan memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan karena tanaman dapat berkembang dengan baik.

LihatTutupKomentar