-->

Ads

Menanam Sawi Pagoda Secara Hidroponik NFT

Cara Budidaya Sawi Pagoda Agar Hidroponik Dengan Cara NFT


Persiapan Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang perlu disiapkan untuk membudidayakan sawi pagoda diantaranya yaitu:

  • Bibit tanaman pagoda
  • Rockwool
  • Pelubang rockwool
  • Air
  • Metode NFT
  • Nutrisi sayuran daun
  • TDS meter
  • Nampan plastik
  • Netpot.



Penyemaian Bibit Sawi Pagoda

Sesudah semuanya siap, selanjutnya lakukan penyemaian benih. Potong rockwool dengan ukuran 2 x 2 x 2 cm dan dikasih 1 lubang tanam. Sesudah itu, masukkan benih pagoda pada media semai rockwool dengan isi satu lubang rockwool untuk satu benih pagoda.


Berikutnya, benih selada yang sudah disemai diletakkan di nampan dan berikan air secukupnya sampai dalam keadaan kelembaban yang cocok. Letakkan semaian selada pada tempat yang memiliki cahaya yang cukup dan terlindungi dari air hujan.


Lakukan pengecekan tiap hari dan jaga kelembaban media semainya atau bisa lakukan spray pada komponen daun selada yang mulai berkecambah menggunakan air lazim pada pagi atau sore hari.


Setelah bibit pagoda mempunyai 2 – 3 daun sejati, karenanya bibit dapat dipindah tanam atau transplanting.


Pindah Tanam Bibit Pagoda


Memindahkan bibit dari persemaian ke cara hidroponik bisa dilaksanakan pemindahan ke netpot ukuran 5-7 cm. Pindah tanam dilakukan dengan menggunakan metode hidroponik NFT.


Jarak tanam untuk tanaman pagoda adalah 20 cm per lubang tanam. Jarak tanam sepatutnya selalu dilihat sebab akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman lebih-lebih pada saat pelaksanaan fotosintesis.


Pindah tanam bisa dilaksanakan pada pagi atau sore hari pada saat keadaan adem. Saat pengerjaan pindah tanam dikerjakan, tanaman pagoda telah mulai diterapkan nutrisi ab mix sayuran daun.


Pada permulaan pindah tanam, aplikasikan nutrisi ab mix dengan tingkat kepekatan 600-800 ppm. Sesudah umur satu minggu setelah pindah tanam dapat di tingkatkan menjadi 900-1200 ppm.



Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Sawi Pagoda

Perawatan bisa dijalankan minimal sehari sekali. Perawatan tersebut berupa cek kondisi tanaman, cek suhu, cek air gizi, cek hama dan penyakit dan cek sistem hidroponik.


Ada banyak tipe penyakit yang bisa menyerang tanaman pagoga diantaranya jamur, virus dan kuman. Penanganan hama dan penyakit bisa dijalankan dengan pembatasan hama dan penyakit secara terpadu atau untuk pencegahan lebih tepat sasaran bisa mengaplikasikan Greenhouse atau Screenhouse.


Metode hidroponik secara khusus NFT patut sekali dicek karena metode NFT sangat bergantung pada listrik sehingga ketika listrik mati akan berimbas pada kondisi tanaman. Selang pada sistem NFT juga seharusnya senantiasa dicek dan dibersihkan karena akan sering kali tersumbat.


Masa Panen Sawi Pagoda

Pagoda bisa dipanen pada dikala usia 30-35 hari sesudah tanam. Cara panen pagoda bisa dijalankan dengan dipanen sekali cabut atau dilakukan perompesan secara terprogram  tergantung jenis keperluannya.


Sistem artikel pembahasan tentang “Sistem Menanam Sawi Pagoda Agar Hidroponik Dengan Sistem NFT Hingga  Bagi Pemula“, semoga berguna dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.  jumpa


https://www.faunadanflora.com/cara-menanam-sawi-pagoda-secara-hidroponik-dengan-sistem-nft/

LihatTutupKomentar