hUmF2kFFNxUXpHWOJJD4ChZsbOGEuTjmm6eNDkYL

Hidroponik Arduino Dalam Sistem Hidroponik NFT

Sistem Hidroponik NFT Otomatis Menggunakan Arduino


Hidroponik ialah sistem bercocok tanam tanpa mengaplikasikan media tanah. Budidaya tanaman ini mengutamakan media air yang telah tercampur dengan elemen hara. Kata hidroponik berasal dari bahasa Yunani Hydro yang artinya air dan Ponos yang artinya kekuatan. Sehingga secara linguistik diartikan sebagai budidaya tanaman dengan menggunakan air tanpa memakai tanah menjadi media tanam (tidak dekil). Ada banyak metode dan teknik yang bisa digunakan dalam hidroponik diantaranya yakni metode Nutrient Film Technique (NFT), cara tetes, kebiasaan air dan lain sebagainya.


Nutrient film engineering (NFT) merupakan salah satu variasi hidroponik khusus yang pertama kali dikembangkan oleh Dr. A.J Cooper di Glasshouse Crops Research Institute, Littlehampton, Inggris pada akhir 1960-an dan dioptimalkan secara komersial pada awal 1970-an.



Konsep dasar cara NFT Hidroponik yaitu suatu cara budidaya tanaman dengan akar tanaman yang tumbuh di dangkal dan bersirkulasi lapisan hara, sehingga tanaman bisa memperoleh cukup air, unsur hara dan oksigen. Tanaman tumbuh dilapisi dengan polietilen. Akar tanaman terendam air yang mengandung larutan nutrisi yang disirkulasikan secara terus menerus dengan pompa. Tempat perakaran pada larutan hara bisa berkembang dan tumbuh pada larutan hara yang dangkal sehingga pucuk akar tanaman berada pada permukaan antara larutan hara dan styrofoam, dengan adanya komponen akar ini di udara memungkinkan tercukupinya oksigen dan cukup untuk pertumbuhan normal.


Prototipe cara pengairan hidroponik otomatis


Pembuatan hidroponik metode NFT otomatis dilakukan dengan mengaplikasikan Arduino Uno sebagai pengendali progres otomasi. 4 modul relay dipakai untuk menghidupkan dan mematikan pompa. Untuk mengalirkan air dan cairan gizi, perangkat ini memnggunakan pompa peristaltik 2V dan 2 katup solenoid 240 VAC. 2 ragam sensor diaplikasikan sebagai masukan dari metode otomasi ini, yakni, sensor ultrasonik HC-SR04 dan modul sensor pH. Sensor ultrasonik diterapkan untuk mengukur tingkatan air. Sensor pH diaplikasikan untuk menilai keasaman tanah pada media tanam. Sensor pH ini menggunakan shield MSP340 agar dapat diakses secara praktis oleh Arduino.



Metode dan Hasil


Jenis tanaman yang untuk pengujian pada penelitian ini merupakan cabai rawit. Butuh waktu 9 minggu untuk tumbuh dari pembibitan hingga berbunga. Kuantitas air yang diperlukan tanaman seiring dengan pertambahan umur tanaman yang kian banyak hal ini dikarenakan ukuran tanaman yang semakin besar sehingga keperluan akan sumber makanan kian banyak.


Sensor Max30100 berprofesi dengan menggunakan inframerah. Pengujian pembacaan skor sensor Max30100 ialah untuk mengetahui apakah sensor dapat membaca data dan apakah akurasi data sensor Max30100 baik atau tak, sehingga data bisa diolah dengan mengaplikasikan metode yang telah dipakai.. Hasil data sensor yang diuji yakni detak jantung dan SpO2.


Hasil penelitian ini menonjolkan bahwa sistem ini berhasil dikuasai secara otomatis oleh Arduino. Dari hal hal yang demikian, tentunya menolong pelaku budidaya tanaman hidroponik dalam mengaplikasikan teknik NFT tanpa semestinya memeriksa media tanam tiap-tiap saat.


Sumber : https://news.unair.ac.id/2021/01/25/sistem-hidroponik-nft-otomatis-menggunakan-arduino/?lang=id

Related Posts

Related Posts

Facebook